Sejarah Singkat
Regina Pacis didirikan oleh Suster dari Kongregasi Fransiskan Misionaris Maria Suster (FMM)
Siapakah para suster FMM?
Para suster FMM adalah mereka yang membaktikan dirinya bagi Tuhan dengan cara menghidupi semangat dan spiritualitas pendirinya yakni Maria de la passion yang bersasal dari Perancis.

Beata Marie de la Passion (1839 - 1904)
Suster FMM datang pertama kali ke Indonesia pada tahun 1933, tepatnya di Rangkas Bitung, Banten. Kedatangan para suster FMM itu atas undangan para Pastor OFM yang sudah lebih dulu berkarya di Rangkasbitung , Banten. Para suster FMM diminta membantu melayani kesehatan dan pendidikan dari keluarga para pekerja perkebunan yang waktu itu dikelola oleh pemerintan Belanda.
Sejarah Singkat
Para Suster FMM datang ke Jambi atas permintaan Pastor Nikolaus Hoogeboom, SCY untuk membantu menangani pendidikan khususnya anak-anak dari masyarakat Tionghoa Jambi. Rombongan pertama Suster FMM datang ke Jambi pada tgl. 20 Oktober 1952. Mereka adalah Sr. Marcela (Polandia), Sr. Salome (Cina), Sr. Venancia (Italia). Kemudian pada bulan Desember 1952 rombongan kedua tiba yaitu Sr. Theonesta (Jerman) dan Sr. Mere de St. Ennemont (Prancis).
Awalnya para suster FMM membantu melayani di sekolah Tatong yang berbahasa mandarin.
Pada tgl. 19 Januari 1953 para suster FMM membuka Sekolah Taman kanak-kanak Xaverius dan dimulai dengan 40 siswa. Pada tanggal 1 Agustus 1954, dibukalah Sekolah Dasar Xaverius I. Pada awalnya, TK dan SD Xaverius I Jambi berlokasi di Jln. Pinang Masak 19, Jambi Karena kebutuhan pengembangan fasilitas rumah sakit Theresia dan sekolah itu sendiri, Sekolah pindah ke lokasi baru, di Jln. Abdul Rahman Saleh no. 20, The Hok, Kacamatan Jambi Selatan. Pembangunan gedung baru dimulai pada 2015 dan selesai pada 2016. Gedung baru diresmikan pada 13 Juli 2016 oleh Uskup Agung Keuskupan Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso.

Komentar Facebook